|
India to look into dumping of Chinese yarns |
|
Written by Administrator
|
|
Tuesday, 14 February 2006 |
Date : Jan. 18, 2006
The Designated Authority of the Indian Commerce Ministry has accepted the application of an industrial association for an investigation into the dumping of partially oriented yarn (POY) from China.
The application was filed by the Association of Synthetic Fibre Industries, New Delhi and backed by 12 manufacturers including Reliance Industries and Sanghi Polyester.
The period of investigation (POI) for the purpose of the present investigation is April 1 2004 to June 30 2005 (15 months). The injury investigation period will, however, cover the period 2001-02 to 2003-04 and the POI.
POY is yarn of polyester and is an intermediate, which is subject to further processing, for example, texturing or draw twisting, to make it suitable for weaving or knitting into fabrics.
Source : http://www.2456.com/shanghaitex/ |
|
Last Updated ( Wednesday, 15 February 2006 )
|
|
|
Kita Harus Tahu Lawan yang Kita Hadapi |
|
Written by Administrator
|
|
Saturday, 04 February 2006 |
Kritik soal iklim investasi, mau tidak mau, membuat Badan Koordinasi Penanaman Modal gerah karena lembaga ini selalu menjadi sasaran paling empuk untuk disalahkan. Padahal, tidak sedikit wewenang berkaitan dengan izin dan iklim investasi yang berada di luar wewenangnya.
Sikap menyalahkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sangat bisa dimengerti, karena jika mengacu pada namanya, fungsi koordinasi investasi yang seharusnya menjadi tanggung jawab BKPM belum berjalan sebagaimana mestinya, antara lain akibat terbentur masalah ego antardepartemen atau instansi. Berikut wawancara dengan Kepala BKPM Muhammad Lutfi soal pembenahan iklim investasi di Jakarta, Rabu (1/2).
|
|
Last Updated ( Monday, 06 February 2006 )
|
|
Read more...
|
|
|
Reformasi Iklim Investasi |
|
Written by Administrator
|
|
Saturday, 04 February 2006 |
(Oleh : Mudrajad Kuncoro - Kompas, 4 Februari 2006)
Dipilihnya Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden tampaknya mencerminkan tingginya harapan rakyat akan perubahan mendasar di Indonesia.
Dalam pidato 30 hari pertama pemerintahannya, Susilo Bambang Yudhoyono menjelaskan tiga strategi dalam bidang ekonomi, yang disebut tripple strategy, yaitu mencapai pertumbuhan ekonomi 6,5 persen per tahun, menggerakkan kembali sektor riil, serta revitalisasi pertanian dan perekonomian pedesaan.
Namun, selewat satu tahun pemerintahannya, Yudhoyono mengakui iklim dunia usaha, yang mampu menggerakkan sektor riil dan meningkatkan investasi, belum kondusif seperti yang diharapkan.
|
|
Last Updated ( Monday, 06 February 2006 )
|
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>
|
| Results 5 - 8 of 9 |