| API DAN APSYFI AGAR DIIZINKAN OPERASIKAN PEMBANGKIT SENDIRI |
|
|
|
| Written by Administrator | |
| Tuesday, 03 July 2007 | |
|
Sumber : Bisnis Indonesia : Senin, 11/06/2007 02:31 WIB BANDUNG: Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) mendesak PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) agar mengizinkan pengoperasian pembangkit listrik (power plant) sendiri milik perusahaan guna menjamin pasokan energi ke pabrik. Apabila PLN tidak mengizinkan pengoperasian pembangkit listrik milik sendiri maka investasi jutaan dolar yang telah ditanamkan menjadi sia-sia. Di sisi lain, PLN tidak dapat memberikan jaminan kontinyuitas pasokan listrik. Ernovian Gazali Ismy, Sekretaris Forum Komunikasi untuk Energi Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) dan Asosiasi Produsen Synthetic Fiber Indonesia (Apsyfi), mengungkapkan sembilan perusahaan tekstil dan fiber sintetis yang tergabung dalam forum itu kesulitan untuk mengoperasikan pembangkit milik sendiri yang menggunakan sumber energi batu bara. Dia mengungkapkan PLN melarang perusahaan mengoperasikan pembangkit tersebut meskipun dilakukan pada sistem internal (stand alone), apalagi bila dilakukan sinkronisasi/paralel dengan instalasi listrik PLN. Sekretaris eksekutif API tersebut mengungkapkan semua anggota forum telah terikat perjanjian bisnis dengan PLN yang pada intinya tidak memperbolehkan dilakukannya sinkronisasi listrik. Apabila bersikukuh mengoperasikan pembangkit sendiri, lanjut dia, maka perusahaan bersangkutan harus membayar kompensasi tagihan yang nilainya lima kali lipat lebih besar dibandingkan total tagihan reguler. Anggota forum bahkan sudah berkali-kali mengajukan izin permohonan penggunaan pembangkit listrik sendiri secara stand alone atau pun paralel namun tidak pernah mendapat balasan dari PLN. "Kondisi ini sungguh memprihatinkan," katanya kepada Bisnis, akhir pekan lalu. Ernovian menjelaskan sembilan perusahaan anggota forum itu a.l. PT Indorama Synthetics, PT Dawai Indah Adi, PT Indonesia Torai Synthetics, PT South Pasific Viscose, dan PT Himalaya Tunas Texindo. General Manager PT PLN Distribusi Jabar-Banten Murtaqi Syamsudin mengku pihaknya tidak pernah menutup akses stand alone/sinkronisasi karena pembicaraan kerja sama dengan dua pabrik tekstil besar di Jabar masih berlangsung. Dia meminta semua pihak bersabar dan menunggu proses negoisasi itu selesai, sebab PLN memiliki regulasi aspek teknis dan bisnis yang sangat ketat terkait sinkronisasi. (07) Bisnis Indonesia bisnis.com URL : http://web.bisnis.com/edisi-cetak/edisi-harian/manufaktur/1id9325.html © Copyright 1996-2007 PT Jurnalindo Aksara Grafika |
| < Prev | Next > |
|---|